Cara menghitung weton cukup sederhana: cari hari dan pasaran tanggal lahirmu, lalu jumlahkan nilai neptu keduanya. Misalnya, orang yang lahir Selasa Wage punya neptu 3 ditambah 4, totalnya 7. Total neptu inilah yang dipakai primbon Jawa untuk membaca watak, menentukan hari baik, dan menghitung kecocokan dua orang.
Sebagai praktisi metafisika, aku sering menerima pertanyaan soal weton dari dua kelompok yang berbeda. Kelompok pertama adalah orang tua yang masih memakai weton untuk menentukan hari baik. Kelompok kedua adalah anak muda yang penasaran karena sering mendengar istilahnya di keluarga, tapi tidak pernah diajari cara menghitungnya. Artikel ini untuk keduanya.
Apa Itu Weton dan Hari Pasaran
Weton adalah gabungan hari dalam seminggu dengan hari pasaran dalam kalender Jawa. Hari pasaran terdiri dari lima hari yang berputar terus: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Dulu siklus lima hari ini dipakai untuk menentukan hari pasar di desa yang berbeda-beda, sehingga pedagang bisa bergiliran berjualan.
Karena tujuh hari dalam seminggu bertemu dengan lima hari pasaran, muncul 35 kombinasi weton, seperti Senin Pahing, Rabu Kliwon, atau Jumat Legi. Kombinasi yang sama akan berulang setiap 35 hari. Periode ini disebut selapan, dan menjadi dasar tradisi wetonan atau peringatan hari lahir menurut kalender Jawa.
Dalam primbon, setiap hari dan setiap pasaran punya nilai angka yang disebut neptu. Nilai inilah yang dijumlahkan untuk berbagai perhitungan.
Tabel Neptu Hari dan Pasaran

Berikut nilai neptu yang umum dipakai. Simpan tabel ini, karena semua perhitungan weton berangkat dari sini.
| Hari | Neptu |
|---|---|
| Minggu | 5 |
| Senin | 4 |
| Selasa | 3 |
| Rabu | 7 |
| Kamis | 8 |
| Jumat | 6 |
| Sabtu | 9 |
| Pasaran | Neptu |
|---|---|
| Legi | 5 |
| Pahing | 9 |
| Pon | 7 |
| Wage | 4 |
| Kliwon | 8 |
Dari dua tabel ini, total neptu seseorang paling kecil adalah 7, yaitu Selasa Wage, dan paling besar 18, yaitu Sabtu Pahing. Jadi semua orang punya neptu di antara 7 sampai 18.
Daftar Neptu 35 Weton
Supaya tidak perlu menjumlahkan setiap kali, berikut total neptu untuk ke-35 kombinasi weton. Cari hari lahirmu di kolom kiri, lalu pasarannya di baris atas.
| Hari | Legi | Pahing | Pon | Wage | Kliwon |
|---|---|---|---|---|---|
| Minggu | 10 | 14 | 12 | 9 | 13 |
| Senin | 9 | 13 | 11 | 8 | 12 |
| Selasa | 8 | 12 | 10 | 7 | 11 |
| Rabu | 12 | 16 | 14 | 11 | 15 |
| Kamis | 13 | 17 | 15 | 12 | 16 |
| Jumat | 11 | 15 | 13 | 10 | 14 |
| Sabtu | 14 | 18 | 16 | 13 | 17 |
Dari tabel ini terlihat bahwa beberapa weton punya total neptu yang sama. Misalnya Senin Pahing, Kamis Legi, Jumat Pon, Minggu Kliwon, dan Sabtu Wage sama-sama bernilai 13. Karena itu, sebagian primbon tidak hanya membaca total neptu, tapi juga kombinasi hari dan pasarannya.
Contoh Perhitungan Weton dari Tanggal Lahir
Mencari hari lahir mudah, karena bisa dilihat di kalender biasa. Tantangannya ada di pasaran. Ini langkah lengkapnya:
- Cari hari lahirmu dari kalender Masehi, misalnya Selasa.
- Cari pasarannya lewat kalender Jawa, aplikasi kalender, atau hitung manual dari tanggal patokan.
- Kalau kamu lahir setelah matahari terbenam, geser weton ke hari berikutnya, karena dalam tradisi Jawa hari baru dimulai saat magrib.
- Ambil neptu hari dari tabel hari.
- Ambil neptu pasaran dari tabel pasaran.
- Jumlahkan keduanya untuk mendapatkan total neptu weton kamu.
Kalau tidak punya kalender Jawa, pasaran bisa dihitung manual dengan tanggal patokan yang terkenal: 17 Agustus 1945 jatuh pada Jumat Legi. Hitung selisih hari dari tanggal itu sampai tanggal lahirmu, bagi dengan 5, lalu lihat sisanya. Sisa 0 berarti Legi, 1 Pahing, 2 Pon, 3 Wage, dan 4 Kliwon.
Contoh pertama, lahir 14 Februari 1995 pada siang hari. Selisihnya dari 17 Agustus 1945 adalah 18.078 hari. Kalau dibagi 5, sisanya 3, jadi pasarannya Wage. Hari lahirnya Selasa. Total neptunya Selasa 3 ditambah Wage 4, yaitu 7, nilai terkecil yang mungkin.
Contoh kedua, lahir 21 Juni 1990 pada pagi hari. Hari lahirnya Kamis, dan pasarannya Kliwon. Total neptunya Kamis 8 ditambah Kliwon 8, yaitu 16.
Menghitung selisih hari secara manual memang melelahkan. Kalau ingin cepat, masukkan tanggal lahir di widget berikut. Ada pilihan untuk kamu yang lahir setelah magrib.
Weton kamu apa?
Pilih tanggal lahir, weton dan neptunya langsung kelihatan.
Weton kamu
Pilih tanggal lahir, weton kamu muncul di sini.
Dalam tradisi Jawa, hari berganti saat magrib. Kalau lahir malam, weton ikut hari berikutnya.
Membaca Makna Total Neptu
Setelah tahu total neptu, langkah berikutnya adalah membacanya. Di sini kamu perlu tahu satu hal penting: tafsir neptu tidak seragam. Primbon Jawa punya banyak versi dan tradisi lisan, sehingga satu angka bisa dibaca sedikit berbeda di daerah atau keluarga yang berbeda.
Secara umum, total neptu dipakai untuk tiga keperluan:
- Watak dasar, yaitu gambaran sifat bawaan berdasarkan total neptu atau kombinasi hari dan pasaran.
- Hari baik, misalnya untuk memulai usaha, pindah rumah, atau menggelar acara keluarga.
- Kecocokan dua orang, terutama dalam perencanaan pernikahan.
Salah satu hitungan kecocokan yang paling sering dipakai adalah menjumlahkan neptu kedua calon pasangan, lalu membaginya dengan 8 dan melihat sisanya.
| Sisa | Nama | Gambaran umum |
|---|---|---|
| 1 | Pegat | Rawan menghadapi perpisahan, perlu kerja ekstra menjaga komunikasi |
| 2 | Ratu | Pasangan yang dihormati dan disegani lingkungan |
| 3 | Jodoh | Cocok dan mudah saling menerima |
| 4 | Topo | Berat di awal, lalu membaik seiring waktu |
| 5 | Tinari | Dipercaya mudah mendapat rezeki |
| 6 | Padu | Sering berselisih paham, meski belum tentu berpisah |
| 7 | Sujanan | Rawan cemburu dan godaan pihak ketiga |
| 0 | Pesthi | Rukun dan langgeng |
Contohnya, Selasa Wage dengan neptu 7 dan Kamis Kliwon dengan neptu 16 menghasilkan total 23. Dibagi 8, sisanya 7, jadi masuk kategori Sujanan. Tapi ingat, ini cara membaca kecenderungan, bukan vonis. Banyak pasangan dengan hasil yang dianggap kurang baik tetap hidup rukun, karena hubungan dibangun oleh pilihan sehari-hari, bukan oleh angka.
Kesalahan Umum Saat Menghitung Weton
Beberapa kesalahan berikut sering membuat hasil weton berbeda dengan yang diketahui keluarga:
- Mengabaikan jam lahir. Orang yang lahir setelah magrib sering tetap memakai hari Masehi, padahal menurut tradisi Jawa wetonnya sudah berganti.
- Salah hitung selisih hari, terutama karena lupa tahun kabisat saat menghitung manual.
- Tertukar urutan pasaran. Urutannya selalu Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon, lalu kembali ke Legi.
- Mencampur tabel neptu dari sumber berbeda. Gunakan satu tabel secara konsisten untuk semua perhitungan.
Contoh Memakai Weton untuk Refleksi
Weton tidak harus dipakai untuk menentukan hari pernikahan atau pindahan. Kamu juga bisa memakainya sebagai pengingat ritme pribadi. Misalnya, setiap selapan sekali saat wetonmu tiba, sisihkan waktu sejenak untuk mengevaluasi 35 hari terakhir: apa yang berjalan baik, apa yang perlu dilepas, dan apa yang ingin dimulai.
Kebiasaan sederhana ini mirip dengan jurnal bulanan, tapi berakar pada tradisi sendiri. Ritme 35 hari juga bisa terasa lebih segar daripada evaluasi bulanan biasa, karena tidak terikat dengan tanggal gajian atau tagihan.
Weton dalam Tradisi Sehari-hari
Bagi banyak keluarga Jawa, weton masih hidup dalam kebiasaan sehari-hari. Wetonan adalah selamatan kecil yang digelar setiap selapan sekali pada weton seseorang, terutama untuk anak kecil, sebagai doa agar diberi keselamatan. Ada juga keluarga yang memakai weton untuk menentukan tanggal pernikahan, pindahan rumah, atau memulai usaha.
Di luar urusan ritual, aku melihat banyak anak muda memakai weton sebagai jembatan untuk mengenal akar budaya. Bertanya ke orang tua soal weton sering membuka cerita keluarga yang tidak pernah dibahas sebelumnya, seperti kenapa tanggal pernikahan mereka dipilih atau kenapa nama kita seperti itu.
Weton, Numerologi, dan Alat Refleksi Lain
Weton punya kemiripan dengan sistem lain yang juga berangkat dari waktu lahir. Numerologi membaca angka dari tanggal lahir dan nama, astrologi membaca posisi planet, dan Human Design membaca cara seseorang memakai energinya. Masing-masing memakai bahasa yang berbeda.
Aku sering menyarankan untuk tidak memilih satu sistem sebagai kebenaran mutlak. Lebih menarik melihat di mana sistem-sistem itu sepakat. Kalau weton, numerologi, dan Human Design sama-sama menyebut kamu butuh waktu menyendiri untuk memulihkan energi, mungkin memang itu kebutuhan yang perlu kamu hargai.
Catatan: weton di artikel ini dibahas sebagai warisan budaya dan alat refleksi diri. Jangan menjadikannya dasar tunggal untuk keputusan kesehatan, keuangan, hukum, atau pernikahan.
Kesimpulan
Menghitung weton hanya butuh tiga hal: hari lahir, pasaran, dan tabel neptu. Total neptumu pasti ada di antara 7 sampai 18. Yang lebih menarik dari angkanya adalah cerita di baliknya, tentang tradisi, keluarga, dan cara orang Jawa memaknai waktu. Kalau ingin melihat watak weton secara lengkap, buka kalkulator weton di antoniuspsk.com, atau ngobrol langsung denganku.
Mau weton kamu dibahas lebih dalam?
Ngobrol soal weton, neptu, dan cara memaknainya buat keputusan hidup.
WhatsApp 0817 6868 584
Pertanyaan Seputar Cara Menghitung Weton
Bagaimana kalau lahir malam hari?
Dalam banyak pegangan tradisi Jawa, pergantian hari terjadi saat matahari terbenam, bukan tengah malam. Jadi kalau kamu lahir setelah magrib, wetonmu ikut hari berikutnya. Contohnya, lahir Senin pukul 20.00 dihitung sebagai Selasa, termasuk pasarannya yang ikut bergeser satu hari.
Berapa neptu tertinggi dan terendah?
Neptu terendah adalah 7, yaitu Selasa Wage dengan nilai 3 ditambah 4. Neptu tertinggi adalah 18, yaitu Sabtu Pahing dengan nilai 9 ditambah 9. Semua kombinasi weton lain menghasilkan total neptu di antara kedua angka tersebut.
Bagaimana cara tahu pasaran tanpa kalender Jawa?
Pakai tanggal patokan 17 Agustus 1945 yang jatuh pada Jumat Legi. Hitung selisih hari sampai tanggal yang dicari, bagi 5, lalu lihat sisanya: 0 Legi, 1 Pahing, 2 Pon, 3 Wage, dan 4 Kliwon. Cara yang lebih praktis adalah memakai kalkulator weton yang sudah menghitung selisih harinya otomatis.
Apakah weton sama dengan zodiak?
Tidak. Weton berasal dari kalender Jawa dan siklus 35 hari, sedangkan zodiak berasal dari astrologi Barat yang membagi tahun menjadi dua belas tanda berdasarkan posisi Matahari. Keduanya sama-sama memakai waktu lahir, tapi sistem, asal-usul, dan cara membacanya berbeda.
Apakah hasil weton menentukan jodoh?
Hitungan weton menggambarkan kecenderungan menurut primbon, bukan keputusan akhir. Banyak keluarga memakainya sebagai bahan pertimbangan dan pengingat untuk saling menjaga. Keberhasilan sebuah hubungan tetap ditentukan oleh komunikasi, komitmen, dan nilai yang dipegang bersama oleh kedua orang.